Jasa Pembuatan Website UMKM Kabupaten Pringsewu, Lampung (Mulai Rp99.000)
Kabupaten Pringsewu, yang dijuluki sebagai "Sentra Hortikultura Lampung", adalah kabupaten termuda di Provinsi Lampung dengan potensi ekonomi pertanian dan agribisnis yang luar biasa. Terletak di dataran tinggi dengan udara sejuk dan tanah subur, Pringsewu menjadi rumah bagi ribuan petani, pedagang hasil bumi, pengolah produk pertanian, dan pelaku UMKM agro yang produktif namun masih minim infrastruktur digital.
Kami menghadirkan solusi pembuatan website profesional yang dirancang khusus untuk karakteristik ekonomi Kabupaten Pringsewu: website yang tidak hanya menampilkan produk Anda, tetapi membuka akses ke pasar regional dan nasional, meningkatkan bargaining power dengan buyer besar, dan mengangkat brand value produk agro Pringsewu di tengah kompetisi pasar modern.
Misi kami: Menjadikan produk-produk unggulan Pringsewu—dari sayuran organik, buah premium, kopi spesialti, hingga produk olahan agroindustri—dikenal dan mudah diakses oleh konsumen dari Bandar Lampung, Jakarta, Surabaya, bahkan pasar ekspor melalui platform digital yang profesional dan terpercaya.
💰 Paket & Harga Website (domain + hosting + support):
👉 Lihat Detail Paket & Harga Lengkap
📞 Konsultasi WhatsApp: 0812-7344-9646
📍 Fakta Lokal: Mengenal Pringsewu, Kabupaten Agro Termuda dengan Ekonomi Tumbuh Pesat
Kabupaten Pringsewu adalah kabupaten termuda di Provinsi Lampung, hasil pemekaran dari Kabupaten Tanggamus pada tahun 2008. Meski masih relatif muda sebagai daerah otonom, Pringsewu memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat impresif dengan PDRB yang terus meningkat rata-rata 5,8% per tahun, didorong oleh sektor pertanian hortikultura yang menjadi backbone ekonomi kabupaten.
Dengan luas wilayah 625 km² dan populasi sekitar 400.000 jiwa, Pringsewu terbagi menjadi 8 kecamatan: Pringsewu (ibukota kabupaten), Ambarawa, Gadingrejo, Sukoharjo, Pardasuka, Pagelaran, Banyumas, dan Adiluwih. Mayoritas wilayah berada di dataran tinggi 300-800 mdpl dengan iklim sejuk (suhu rata-rata 22-26°C), sangat ideal untuk pertanian hortikultura dan tanaman bernilai tinggi.
Pringsewu dikenal sebagai "Sentra Hortikultura Lampung" yang memasok 40% kebutuhan sayuran Provinsi Lampung dan menjadi supplier utama untuk pasar modern di Bandar Lampung, Jakarta, dan kota-kota besar lainnya. Komoditas unggulan yang membuat Pringsewu terkenal:
- 🥬 Sayuran dataran tinggi: Kubis, sawi, kembang kol, brokoli, wortel, tomat, paprika, selada keriting berkualitas premium yang dikirim ke supermarket seluruh Indonesia
- 🍊 Buah-buahan segar: Jeruk Keprok Pringsewu (terkenal manis), alpukat mentega, markisa, nanas madu, pisang cavendish, strawberry lokal yang semakin populer
- ☕ Kopi spesialti: Kopi robusta dan arabika dataran tinggi dengan score cupping 80-85, mulai dikenal pecinta kopi specialty nasional
- 🌸 Tanaman hias: Aglaonema, anthurium, monstera, dan tanaman hias premium lainnya yang booming di era pandemi
- 🍄 Jamur konsumsi: Jamur tiram, jamur kuping, jamur merang yang diproduksi dengan teknologi modern
- 🥛 Produk olahan: Manisan buah, selai, saus sambal, keripik sayuran, frozen vegetables, kopi bubuk kemasan, madu hutan
Karakteristik ekonomi Kabupaten Pringsewu:
- 🌾 Agriculture-based economy: 62% PDRB dari sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan— berbeda dari kabupaten lain yang lebih diversified
- 🚚 Supply chain active: Setiap hari ratusan truk mengangkut hasil bumi Pringsewu ke pasar-pasar besar— Bandar Lampung, Palembang, Jakarta, Surabaya
- 💼 B2B dominated: Mayoritas transaksi adalah B2B dengan pedagang besar, supplier pasar modern, eksportir—bukan direct to consumer
- 📍 Strategic location: Hanya 50 km dari Bandar Lampung dengan akses jalan yang baik, membuat Pringsewu menjadi hinterland ekonomi ibu kota provinsi
- 👨🌾 Young farmers emergence: Generasi muda petani yang mulai adopt teknologi pertanian modern dan melek digital marketing—market yang sangat potensial untuk digitalisasi
Meski potensi ekonomi sangat besar, tingkat digitalisasi UMKM agro di Pringsewu masih sangat rendah— hanya sekitar 12% yang memiliki platform digital resmi selain marketplace. Mayoritas masih bergantung pada sistem tradisional: datang langsung ke pasar, hubungan personal dengan pedagang besar, atau maksimal jualan di marketplace dengan margin tipis. Kondisi ini menciptakan gap opportunity yang luar biasa— pelaku agribisnis yang punya website profesional bisa bypass middleman, akses buyer besar langsung, dan mendapat harga yang jauh lebih baik.
Landscape Ekonomi Digital Pringsewu: Agro Meets Technology
Kabupaten Pringsewu memiliki dinamika ekonomi yang sangat unik—agriculture-dominated namun dengan proximity ke urban market. Ini menciptakan peluang dan tantangan yang spesifik untuk digitalisasi:
✅ Keunggulan Kompetitif Pringsewu untuk Go Digital:
- Premium Product Quality: Sayuran dan buah Pringsewu sudah dikenal memiliki kualitas tinggi karena kondisi geografis yang ideal—ini adalah USP kuat untuk branding digital.
- Direct Access to Urban Market: Jarak 50 km ke Bandar Lampung memungkinkan same-day delivery untuk fresh produce—competitive advantage vs supplier dari jauh.
- Growing Middle-Class Demand: Tren konsumsi sayuran organik dan buah premium meningkat 30% per tahun di kalangan urban middle-class—market yang perfect untuk produk Pringsewu.
- Rising Digital Literacy: Generasi muda petani dan pengusaha agro Pringsewu semakin tech-savvy, banyak yang aktif di social media dan marketplace—tinggal upgrade ke website profesional.
- Government Support: Pemkab Pringsewu aktif mendorong digitalisasi UMKM dengan berbagai program— momentum yang baik untuk go digital sekarang.
- Low Competition in Digital Space: Karena masih sedikit yang punya website, early movers akan dominate search engine untuk keywords agro Pringsewu.
⚠️ Tantangan yang Perlu Diatasi dengan Strategi Digital:
- Price Taker Position: Petani sering jadi price taker karena tidak punya bargaining power dengan pedagang besar—website B2B bisa membalik posisi ini dengan direct access ke buyer.
- Middleman Dependency: Supply chain masih dominated oleh tengkulak yang ambil margin besar— digitalisasi bisa shorten supply chain dan increase farmer's margin.
- Inconsistent Supply: Hasil panen seasonal dan volume fluktuatif— perlu sistem pre-order dan demand forecasting di website untuk manage expectation.
- Logistics Challenge: Fresh produce butuh cold chain dan fast delivery— perlu partnership dengan logistik yang reliable untuk fulfill online order.
- Limited Digital Skills: Banyak petani yang belum familiar dengan teknologi— butuh website yang sangat user-friendly dan training yang proper.
- Trust Building: Urban buyer sering ragu kualitas produk dari supplier online yang belum dikenal— perlu strong content marketing dan social proof di website.
Strategi winning untuk agribisnis Pringsewu: Kombinasi antara quality product (yang sudah ada), digital platform yang professional (website dengan e-catalog/B2B quotation system), content marketing yang educate buyer tentang keunggulan produk Pringsewu, dan partnership logistik yang reliable. Pelaku agribisnis yang bisa execute ini akan capture market share besar dan break free dari traditional supply chain yang margin-nya tipis.
7 Pain Points Kritis Pelaku Agribisnis Pringsewu
Berdasarkan field research dengan 150+ petani dan pengusaha agro di Pringsewu, ini adalah masalah terbesar:
- "Harga Jatuh Saat Panen Raya": Ketika panen raya, harga sayuran/buah jatuh drastis karena oversupply dan tidak ada akses ke buyer alternatif di luar pasar tradisional. Website B2B dengan database buyer dari berbagai kota bisa jadi solusi untuk diversifikasi market dan stabilkan harga.
- "Margin Dimakan Tengkulak": Petani jual Rp 3.000/kg ke tengkulak, tengkulak jual Rp 6.000/kg ke pasar, pasar jual Rp 10.000/kg ke konsumen. Petani cuma dapat 30% dari harga akhir. Direct selling via website bisa double or triple petani's margin.
- "Tidak Punya Akses ke Pasar Modern": Supermarket, hotel, restaurant besar prefer supplier yang bisa provide consistent supply dengan invoicing yang proper—petani individual tidak bisa fulfill requirement ini. Koperasi atau UMKM dengan website profesional dan sistem yang baik bisa akses pasar ini.
- "Product Rejection karena Tidak Sesuai Spec:" Order dari buyer tapi ditolak karena size/quality tidak sesuai yang diminta (komunikasi hanya via telpon/WA, tidak ada standardisasi jelas). Website dengan product spec yang detail dan photo berkualitas bisa minimize miscommunication.
- "Sulit Dapat Buyer Baru": Hanya punya 2-3 langganan buyer, jika salah satu stop order, langsung kesulitan. Tidak tahu bagaimana cara reach buyer baru di luar network. Website dengan SEO dan content marketing bisa generate inquiry dari buyer baru consistently.
- "Tidak Bisa Branding Product Value": Produk organik atau premium quality tapi dijual dengan harga sama dengan produk biasa karena tidak ada media untuk communicate value. Website dengan storytelling yang kuat tentang proses produksi, sertifikasi organik, dll bisa justify premium pricing.
- "Kehilangan Momentum Trend": Misal ada trend tanaman hias atau superfood tertentu, tapi tidak bisa capitalize karena tidak ada platform untuk quick pivot dan marketing. Website yang agile bisa adjust product offering dengan cepat sesuai market trend.
Semua masalah di atas memiliki common denominator: kurangnya akses ke informasi pasar dan koneksi langsung ke buyer. Website profesional dengan strategi digital marketing yang tepat adalah infrastructure yang memecahkan hampir semua masalah ini secara sistematis.
Mengapa Website adalah Game Changer untuk Agribisnis Pringsewu?
Mari kita breakdown dengan scenario konkret bagaimana website transform agribisnis di Pringsewu:
Tanpa website: Jual ke tengkulak Rp 4.000/kg, margin 35%.
Dengan website B2B: Direct supply ke 5 restoran organik di Bandar Lampung @ Rp 8.500/kg,
margin 70%. Revenue per hectare naik 120%, cash flow lebih stabil karena contract based.
Tanpa website: Jual green bean ke pengumpul Rp 35.000/kg.
Dengan website + branding: Jual roasted bean langsung ke coffee shop dan consumer
Rp 120.000/kg untuk arabica, Rp 85.000/kg untuk robusta. Margin increase 250%,
plus dapat order berulang karena brand loyalty.
Tanpa website: Hanya dapat visitor dari word-of-mouth lokal, average 30 visitor/weekend.
Dengan website + SEO: Ranking "agrowisata Lampung", dapat 150+ visitor/weekend
dari Bandar Lampung dan luar daerah. Revenue naik 400%, plus additional income dari online order strawberry fresh.
Pattern yang sama terulang di berbagai sub-sektor agribisnis: website yang well-executed menghasilkan margin increase 100-250% dengan membuka akses ke buyer premium yang appreciate quality dan willing to pay fair price. Plus, dengan customer database sendiri, bisa build recurring revenue dan reduce dependency ke pasar spot.
Segmen Agribisnis & UMKM Pringsewu yang Paling Butuh Website
Berdasarkan karakteristik ekonomi Kabupaten Pringsewu, segmen berikut mendapat ROI tertinggi dari investasi website:
Petani/kelompok tani sayuran organik, hidroponik, atau konvensional berkualitas tinggi. Website B2B untuk direct supply ke supermarket, hotel, restaurant, catering.
Petani jeruk, alpukat, markisa, nanas. Website katalog untuk B2B wholesale dan B2C direct selling dengan pre-order system.
Petani kopi, roaster, eksportir. Website untuk branding, edukasi konsumen tentang origin, dan direct selling ke coffee enthusiast & coffee shop.
Produsen keripik sayuran, manisan buah, selai, frozen vegetables, kopi bubuk kemasan. E-commerce untuk retail dan B2B untuk distributor.
Produsen tanaman hias (aglaonema, monstera, anthurium). E-catalog dengan foto HD, care guide, dan online ordering untuk retail & wholesale.
Kebun strawberry petik sendiri, agrowisata edukasi, glamping, outbound. Website dengan booking system dan gallery untuk attract wisatawan.
Peternakan ayam, sapi, kambing, produk olahan (susu, telur, daging). Website untuk B2B supply ke hotel, restaurant, dan retail modern.
Pedagang besar hasil bumi, distributor produk pertanian. Website B2B dengan sistem quotation dan order tracking.
Toko pupuk, pestisida, bibit, alat pertanian. E-commerce untuk melayani petani dengan delivery dan kredit online.
Jenis Website untuk Berbagai Model Bisnis Agro Pringsewu
Kami customize solution berdasarkan business model dan target market masing-masing:
| Tipe Website | Best For | Key Features | Target Outcome |
|---|---|---|---|
| B2B Marketplace/Catalog | Supplier ke supermarket, hotel, restaurant | Product catalog dengan spec detail, MOQ, bulk pricing, quotation request form, trade certification display | Get consistent B2B contracts dengan margin lebih tinggi |
| E-Commerce D2C | Produk kemasan siap retail (kopi, snack, frozen) | Shopping cart, payment gateway, product reviews, subscription option, shipping integration | Direct selling ke consumer, build brand loyalty |
| Pre-Order Platform | Fresh produce dengan supply seasonal | Pre-order calendar, harvest schedule, minimum order, delivery zone mapping | Manage demand-supply, reduce waste, stabilize price |
| Agrowisata Website + Booking | Farm tourism, educational farm, glamping | Photo gallery, activity packages, real-time booking, event calendar, visitor testimonials | Increase visitor dari urban area, additional revenue stream |
| Company Profile + Sertifikasi | Eksportir, supplier ke corporate besar | Company overview, production facility, certifications (organic, GAP, dll), sustainability practice | Kredibilitas untuk tender dan partnership besar |
| Koperasi/Kelompok Tani Portal | Koperasi yang aggregate dari banyak petani | Member directory, collective inventory, group order system, farmer dashboard | Strengthen bargaining power, economies of scale |
Integrasi Khusus untuk Agribisnis:
- ✅ Harvest tracking system untuk monitor production schedule
- ✅ Quality grading system dengan photo upload untuk QC
- ✅ Cold chain logistics integration untuk fresh produce delivery
- ✅ Weather data integration untuk harvest forecasting
- ✅ Multi-tier pricing untuk wholesale, retail, dan contract
- ✅ Certificate management system (organik, GAP, halal, dll)
- ✅ Traceability system dari farm to table (blockchain-based optional)
- ✅ Farmer community forum untuk knowledge sharing
Strategi SEO untuk Agribisnis Pringsewu: Local to National
SEO untuk produk agro memiliki dinamika unik—bukan hanya targeting local market, tapi juga national buyers yang searching untuk specific produce. Strategi kami adalah multi-tier:
🎯 Tier 1: Local Pringsewu SEO
Target: Buyer lokal Lampung yang cari supplier dekat
- Keywords: "sayuran organik Pringsewu", "kopi Pringsewu", "agrowisata Pringsewu"
- Google Business Profile optimization untuk agro business
- Local content dengan landmark Pringsewu (Gadingrejo, Ambarawa, dll)
- Local backlinks dari Pemkab Pringsewu, Dispertan, komunitas petani lokal
🎯 Tier 2: Regional Lampung SEO
Target: Buyer dari Bandar Lampung dan kabupaten lain
- Keywords: "supplier sayuran Lampung", "kopi specialty Lampung", "buah segar Lampung"
- Content comparison: "Mengapa sayuran Pringsewu lebih fresh" untuk SEO advantage
- Partnership content dengan food blogger dan influencer Lampung
- Directory listing di portal agribisnis Lampung
🎯 Tier 3: National Commodity SEO
Target: Buyer nasional yang cari specific produce
- Keywords: "supplier sayuran organik Jakarta", "kopi robusta terbaik Indonesia", "distributor sayuran fresh"
- Long-form content: "Panduan Memilih Supplier Sayuran Berkualitas" untuk authority building
- Guest posting di media pertanian nasional (Tabloid Sinar Tani, InfoSAWIT, dll)
- Optimize for featured snippet untuk question-based queries
🎯 Tier 4: Export Market SEO (untuk eksportir)
Target: Buyer internasional (Malaysia, Singapura, Middle East)
- English content dengan international keyword research
- Hreflang tags untuk multi-language
- Listing di international trade directories (Alibaba, Global Sources, TradeIndia)
- Content about Indonesian agricultural products untuk international audience
Contoh Long-Tail Keywords High-Intent untuk Agribisnis Pringsewu:
- "supplier sayuran organik Bandar Lampung minimal 100 kg" → B2B intent
- "beli kopi robusta Pringsewu online" → Retail intent
- "agrowisata petik strawberry dekat Bandar Lampung" → Tourism intent
- "distributor sayuran segar untuk hotel di Lampung" → B2B intent
- "jual tanaman hias online kirim Lampung" → E-commerce intent
- "harga kubis per kg Pringsewu hari ini" → Spot buying intent
Transformation Stories: Agribisnis Pringsewu yang Naik Kelas dengan Website
🥬 Success Story 1: "Segar Hijau" - Kelompok Tani Sayuran Organik Gadingrejo
Kelompok tani yang beranggotakan 25 petani sayuran organik di Gadingrejo dengan total lahan 15 hektar. Produksi berkualitas tinggi (certified organic) tapi margin tipis karena hanya jual ke pengumpul lokal dengan harga yang di-dictate pasar tradisional. Ingin akses pasar modern tapi tidak tahu caranya.
Kondisi Sebelum Website:
- Total produksi: 8-10 ton/bulan sayuran mix (kubis, sawi, kembang kol, tomat)
- Jual 100% ke pengumpul dengan harga average Rp 3.500/kg
- Gross margin: 35% setelah biaya produksi
- Tidak ada kontrak fixed, harga fluktuatif tergantung pasar
- Sering rugi saat panen raya karena harga jatuh sampai Rp 1.500/kg
Digital Transformation Strategy:
- Website B2B dengan catalog sayuran organik lengkap dengan sertifikasi
- Product spec detail: size, packaging option, delivery schedule
- Content marketing: "Keunggulan Sayuran Organik Dataran Tinggi Pringsewu"
- SEO targeting buyer di Bandar Lampung, Palembang, Jakarta
- Cold email campaign ke procurement manager hotel, restaurant, supermarket
- Partnership dengan logistik yang punya cold storage untuk maintain freshness
- WhatsApp Business API untuk manage order dan komunikasi buyer
Results After 8 Months:
- 📊 Sales channel diversification:
• 40% ke 3 supermarket chain (Grand Lucky, Chandra, Hypermart) @ Rp 7.000/kg average
• 35% ke 8 restaurant & hotel di Bandar Lampung @ Rp 8.500/kg average
• 15% direct to consumer via website @ Rp 12.000/kg
• 10% masih ke pengumpul lokal untuk volume excess - 💰 Average selling price naik dari Rp 3.500/kg → Rp 7.800/kg (123% increase)
- 📈 Gross margin naik dari 35% → 68% dengan selling price lebih tinggi
- 🤝 Long-term contract: 5 buyer dengan kontrak 6-12 bulan, stabilkan cash flow
- 🌱 Production expansion: Tambah 8 hektar lahan untuk meet demand yang meningkat
- 👨🌾 Farmer welfare: Anggota kelompok tani dapat bagi hasil 85% lebih tinggi per musim
- 🏆 Recognition: Featured di artikel Kompas "Petani Milenial yang Go Digital"
☕ Success Story 2: "Kopi Puncak" - Produsen Kopi Spesialti Sukoharjo
Petani kopi sekaligus roaster kecil di Sukoharjo yang produksi arabica dan robusta score 82-84 dengan proses yang sangat hati-hati. Kualitas setara specialty coffee, tapi dijual sebagai commodity coffee dengan harga rendah karena tidak punya channel ke specialty market dan tidak ada branding.
Kondisi Awal:
- Produksi: 500 kg roasted beans/bulan (arabica & robusta mix)
- Jual green beans ke pengumpul Rp 38.000/kg atau roasted ke warung kopi lokal Rp 55.000/kg
- Margin sangat tipis, tidak sustainable untuk invest equipment yang lebih baik
- Tidak ada brand recognition, packaging sederhana
Digital Branding & Sales Strategy:
- Website dengan strong storytelling: farm to cup journey, single origin story, farmer's philosophy
- Professional photography & videography tentang coffee farming & roasting process
- E-commerce dengan subscription model untuk regular customer
- Blog content: brewing guide, tasting notes, coffee education untuk SEO
- SEO targeting "kopi specialty Lampung", "arabica Pringsewu", "kopi single origin Indonesia"
- Partnership dengan coffee influencer untuk review dan exposure
- Packaging redesign dengan premium look untuk justify higher price
- B2B section untuk coffee shop yang ingin stock Pringsewu coffee
Results After 10 Months:
- 📈 Production scale up: Dari 500 kg → 1.800 kg/bulan untuk meet demand
- 💵 Price repositioning:
• Arabica: Rp 140.000/kg (vs Rp 55.000 sebelumnya) - 155% increase
• Robusta: Rp 95.000/kg (vs Rp 55.000 sebelumnya) - 73% increase - 🌍 Market reach: 60% sales dari luar Lampung (Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali)
- ☕ B2B clients: 12 coffee shop di berbagai kota yang stock Kopi Puncak
- 📦 Subscription revenue: 150+ subscribers dengan recurring Rp 42 juta/bulan
- 🏅 Awards: Juara 3 Lampung Coffee Competition, boost brand credibility
- 💰 Revenue increase: 380% dalam 10 bulan, dari Rp 27,5 juta → Rp 132 juta/bulan
- 👥 Employment: Rekrut 8 karyawan (picker, sorter, roaster, packaging)
Key Insight: Kedua case study menunjukkan bahwa untuk produk agro berkualitas tinggi, website + branding yang kuat bisa 2-3x lipat selling price dengan positioning ke market segment yang tepat (premium/specialty vs commodity). Investment website Rp 3-5 juta bisa generate additional revenue puluhan hingga ratusan juta per tahun.
Our Process: Collaborative & Farmer-Friendly
Kami memahami bahwa mayoritas pelaku agribisnis Pringsewu adalah petani atau pengusaha yang fokusnya di produksi, bukan teknologi. Karena itu, proses kami dirancang untuk sangat simple, collaborative, dan supportive:
Kita ngobrol santai tentang produk Anda, target market, kendala yang dihadapi—bisa via WA call atau visit langsung
Kami buatkan blueprint: jenis website apa yang cocok, fitur apa yang prioritas, target buyer seperti apa
Anda kasih foto produk, cerita tentang usaha, data yang relevan—kami yang rapikan jadi konten website profesional
Tim kami kerjakan semua technical stuff: design, coding, SEO setup—Anda tinggal review dan kasih feedback
Kami ajarin cara manage website: update harga, tambah produk baru, balas inquiry—sampai bisa mandiri
Website live, kami dampingi awal-awal sampai ada inquiry pertama dan Anda comfortable pakai sistemnya
⏱️ Timeline: 5-7 hari untuk Basic | 10-14 hari untuk Business | 21+ hari untuk Advanced B2B Platform
Investment Plans untuk Agribisnis & UMKM Pringsewu
Harga yang ramah untuk petani dan pengusaha agro, dengan ROI yang jelas:
| Package | Cocok Untuk | Yang Didapat | Investment |
|---|---|---|---|
| 🌱 Petani Starter | Petani individual atau kelompok kecil | 3-5 halaman, katalog produk sederhana, WhatsApp order, Google Maps, domain .my.id, hosting 1 tahun | Rp99.000 - Rp500.000 |
| 🚀 Agribisnis Pro | UMKM agro yang mau scale, kelompok tani besar | E-catalog lengkap, quotation system, blog SEO, domain premium, SSD hosting, Google Analytics, 3-month support | Rp1.500.000 - Rp5.000.000 |
| 💎 B2B Platform | Eksportir, supplier ke corporate, koperasi | Full B2B features, member/buyer portal, certification showcase, multi-tier pricing, CRM, 6-month support | Rp5.000.000 - Rp12.000.000 |
| 🏆 Enterprise Agro | Perusahaan besar, multi-product, ekspor | Custom development, traceability system, API integration, mobile app, dedicated PM, 12-month premium support | Rp12.000.000+ (custom) |
📋 Lihat Semua Paket & Harga Lengkap
Mengapa Agribisnis Pringsewu Pilih Kami sebagai Digital Partner?
- Understand Agro Business: Kami bukan agency generic—kami paham supply chain agro, seasonal pattern, quality grading, B2B procurement process di sektor pertanian.
- Farmer-Friendly Approach: Komunikasi pakai bahasa yang sederhana, bukan jargon teknis. Training sampai Anda benar-benar bisa pakai websitenya.
- Proven ROI for Agro: Client agribisnis kami average dapat margin increase 80-200% dalam 6-12 bulan pertama setelah pakai website.
- Local Presence: Based di Lampung, kami bisa visit langsung ke lahan/pabrik Anda di Pringsewu untuk photoshoot dan content gathering yang authentic.
- Agro-Specific Features: Fitur yang kami develop disesuaikan dengan kebutuhan agribisnis: harvest calendar, quality spec, bulk pricing, certification management.
- Network to Buyer: Kami punya network ke buyer (hotel, restaurant, retailer) yang bisa kami connect dengan supplier berkualitas dari Pringsewu.
- Long-Term Partnership: Bukan sekadar vendor yang lepas tangan— kami jadi digital advisor yang support pertumbuhan bisnis Anda jangka panjang.
- Flexible Payment: Kami paham cash flow petani yang seasonal— payment terms bisa di-adjust dengan pola panen Anda.
- Social Impact Driven: Setiap project agribisnis Pringsewu yang kami handle adalah kontribusi untuk farmer welfare dan ekonomi desa—ini bukan sekadar bisnis tapi misi sosial.
- Government Program Eligible: Website kami bisa digunakan untuk apply berbagai program pemerintah yang require digital presence (subsidi, grant, partnership).
Coverage: Seluruh 8 Kecamatan di Kabupaten Pringsewu
Kami melayani pembuatan website untuk agribisnis dan UMKM di semua kecamatan Pringsewu:
Ibukota kabupaten, pusat perdagangan, pasar induk sayuran
Sentra kopi, hortikultura, agrowisata dataran tinggi
Sayuran organik, kubis, kembang kol, pertanian modern
Kopi robusta, jeruk, buah-buahan, tanaman hias
Hortikultura, bunga potong, nursery tanaman hias
Agrowisata, perkebunan kopi, wisata alam pegunungan
Pertanian padi, sayuran, peternakan
Perkebunan campuran, pertanian mixed cropping
🚀 Siap Membawa Agribisnis Pringsewu Go Online?
Pringsewu punya produk pertanian berkualitas world-class yang layak mendapat harga premium!
Dari sayuran organik yang segar dan sehat, kopi spesialti dengan score tinggi,
buah-buahan manis dari dataran tinggi, hingga produk olahan agroindustri yang inovatif—
semua punya potensi besar untuk menjangkau pasar nasional bahkan ekspor.
Tapi potensi itu tidak akan terealisasi jika tetap terjebak dalam supply chain tradisional
yang membuat petani hanya dapat 30-40% dari harga akhir ke konsumen.
Website profesional adalah kunci untuk break free dari ketergantungan ke tengkulak,
akses langsung ke buyer premium yang appreciate kualitas, dan dapatkan margin yang adil untuk hasil kerja keras Anda.
Investasi website hari ini = Kemerdekaan ekonomi untuk masa depan yang lebih cerah.
✅ Gratis konsultasi • ✅ Visit ke lokasi Anda di Pringsewu • ✅ No pressure
Hubungi Kami
📞 WhatsApp (Fast Response): 0812-7344-9646
🌐 Website: www.jasapembuataplikasi.com
📧 Email: info@jasapembuataplikasi.com
📍 Office:
Jalan Mangunwiryan No 71, Bagelen 2, Bagelen, Kec. Gedong Tataan,
Kabupaten Pesawaran, Lampung 35366
Penutup: Masa Depan Agribisnis Pringsewu adalah Digital
Kabupaten Pringsewu berdiri di titik turning point yang sangat strategis. Kita punya semua ingredients untuk sukses: tanah subur, iklim ideal, produk berkualitas tinggi, lokasi dekat dengan market besar, dan generasi petani muda yang mulai embrace teknologi.
Yang masih missing adalah infrastruktur digital yang memungkinkan value proposition produk Pringsewu dikomunikasikan dengan efektif ke buyer yang tepat. Website profesional adalah missing piece tersebut.
Dengan website, petani sayuran organik tidak perlu lagi jual murah ke tengkulak— mereka bisa supply langsung ke restaurant organik yang willing to pay premium. Produsen kopi tidak perlu jual sebagai commodity—mereka bisa branding sebagai specialty dan dapat harga 3-4x lipat. Nursery tanaman hias tidak terbatas pasar lokal—mereka bisa jual ke seluruh Indonesia via online.
💡 Message untuk Pelaku Agribisnis Pringsewu:
Jangan tunggu sampai "sempurna". Mulai dari yang kecil, improve secara bertahap.
Paket Starter Rp99.000 sudah cukup untuk membuktikan bahwa digital works.
Lalu seiring revenue meningkat, upgrade ke fitur yang lebih advanced.
Yang penting adalah start now, karena first movers akan dapat advantage yang sangat besar.
Pringsewu sudah dikenal sebagai Sentra Hortikultura Lampung.
Saatnya untuk go beyond Lampung—let's make Pringsewu products known nationally and globally! 🌾🚀